Friday, April 20, 2012

Ketika Amanah Ini Diuji




Oleh Aisyah

Pagi ini, di sebuah forum ukhuwah dari suatu lembaga dakwah, aku bertemu seorang akhwat, saudariku. Saudari seimanku. Seorang yang aq menjadi saksi atas hijrahnya beliau. Seorang yang pernah mengatakan “jika kaum anshar dipersaudarakan dengan kaum muhajirin, maka aku ingin dipersaudarakam Aisyah—begitu ia memanggilku.” Meskipun aku tak mendengar langsung kalimat itu, tapi hatiku tersentak, terharu lebih tepatnya. Alhamdulillah Allah memberinya hidayah melalui pertemuan kami, dan aku sangat salut atas hijrah beliau yang luar biasa… akupun sangat ingin dipersaudarakan dengannya…
Senang sekali melihatnya saat itu.. sudah lama sekali kami tak bertemu.. hhf..sungguh aku merindukan akhwat shalihat yang satu ini… layaknya dua orang akhwat yang baru bertemu, kami bertukar cerita…

“aku sepertinya ingin keluar ukh dari ***” (dia menyebutkan sebuah nama organisasi di fakultasnya, organisasi heterogen memang, dimana ia di amanahkan tuk amar makruf nahi mungkar disana) tiba-tiba aku mendengan keluh itu dari bibirnya…
Sontak aku kaget.. ia orang yang Qowi (kuat) dan sangat memegang prinsip setahuku… dan jika ia sampai berkata seperti itu, berarti benar-benar ada sesuatu yang mengganggunya.. “knapa ukh?”tanyaku…
“aku mulai ga kuat, terlalu heterogen ukh… aku sudah sangat merasa dilecehkan…” belum selesai ia menyampaikan keluhnya, aku dapat mecerna sudah apa yang terjadi.
“ahh..knp hal yang sama terjadi? Persis 2 hari yang lalu aku mengalaminya juga”

Memang ketika amanah yang dipilihkan Allah untuk kita adalah di suatu tempat yang heterogen, ini menjadi sebuah tantangan tersendiri… Suatu tempat yang sangat sangat heterogen, sedang kita disana harus menegakkan syariat islam dan tidak jarang SENDIRIAN… Yah,sebenarnya memang tidak sendirian karena Allah bersama kita, namun secara fisik kita sendirian… dan tidak jarang memang kita mendapatkan pertentangan dari yang lain, baik dari yang beragama islam sendiri apalagi yang bukan. Berharap kita yang sedikit ini dapat “mewarnai” dengan indahnya warna-warni islam dan mempertahankan diri agar “warna” yang sudah kita punya tak luntur dengan melebur dalam pelanggaran syariat.. Ironis memang, dakwah tuk menegakkan kalimat Allah justru malah dihalangi oleh umat-umat Islam itu sendiri…

Aku mendengarkan ceritanya… sebagaimana ia akhirnya mendengarkan ceritaku…
Well.. ternyata kita hanya butuh didengarkan.. kita hanya butuh meluapkan ini semua… kita hanya butuh mengeksprisikan hal ini agar tak memendam dan membusuk di dlm dada…
Memang setelah ini kita mau apa? Mau lari dari amanah ini? Lari dari dakwah? Dan membiarkan Allah menggantikan kita dengan orang yang lebih baik?dimana Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah?sebagaimana firmanNya:

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Al-Maidah:54)

Tidak! Sungguh tidak! Kami berlindung dari ini semua… pilihannya hanya dua, bergerak atau tergantikan… ini adalah sebagian kecil dari jihad kami menegakkan Kalam Allah di muka bumi ini, jihad yang belum ada apa-apanya dibanding jihad para Nabi dan sahabat… kami sungguh tidak ingin kami tergantikan oleh kaum lain yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah… kami juga ingin menjadi bagian dari itu… bagian dari mencintai dan dicintai Allah… “perkenankanlah Rabbi…kuatkan kami…aamiin”

Mengenai perkataannya yang ingin keluar dari amanahnya… Ahh..semua orang jika dalam keadaan putus asa dan down juga bisa berkata seperti itu.. perkataan yang hanya ia ucapkan dari bibirnya… jauh di dalam hatinya, aku yakin ia sama sekali tak ingin meninggalkan amanah ini… ia akhwat yang kuat,insyaAllah… dan aku percaya ia mampu bertahan… dan pasti karena ia mampulah Allah memberikan amanah ini padanya… Sungguh, Allah tak akan membeban amanah diluar kemampuan hambanNya…

Wallahu’alam..

“jika hanya berdakwah, semua orang juga bisa.. namun sekarang bagaimana saatnya kita cinta pada dakwah… cinta itu butuh pengorbanan.. dan tiada pengorbanan tanpa keikhlasan…”


sumber :  http://www.eramuslim.com/oase-iman/aisyah-ketika-amanah-ini-diuji.htm

Anonymous

About Anonymous

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :