Tertakdirkan dalam catatan Illahi. Aku terlahir dalam keadaan lemah tak berdaya, Menyatu dalam raga dan jiwa sang Ibu. Ibu lahirkan aku ke dunia,dengan perjuangan nyawa.. Ibu, bila engkau terluka karenaku. Ku memohon sujud ampun bersimpuh pada kakimu.
Kasih
sayangmu tiada bertepi dan terbatasi kelembutanmu menghiasi jejak langkahku... Tiada
peduli keluh dan kesahmu sendiri. Engkau katakan. . . "Nak, Ibu hnya ingn
melihatmu bahagia.. " ^_^. Ingin rasanya aku membalas cinta kasihmu Ibu. Namun
semua tiada bisa terukur dan terkumpul. Tutur katamu, kelembutanmu,
keikhlasanmu, serta kesabaranmu adalah permata bagiku..
Melerai
mimpi bahagiakan Ibu dlam warna warni indahnya pelangi dunia.. Ku ingin Ibu bahagia,
tersenyum. Menyeka lara dan duka yang menyapa. Kehidupan ini berjalan seiringan
dengan masa waktu yang bergulir dan bergilir.
Disuatu
saat nanti.. ketika ada masanya aku tlah beranjak dewasa, aku ingin tetap ada bersamamu
dan disisimu. Melihatmu tersenyum dengan smua kebahagiaanku... Bila aku boleh
memaksa takdir. Tertuliskan engkau temaniku sepanjang waktu. Dalam setiap
bagian hdupku. Sampai akhir hayat nanti
Ibu...
Bapak... Do'a restu disertai ridhamu ialah kunci syurga bagiku. Tanamkan pohon
keimanan dalam ranting-ranting kehidupan. Menitipkan azam dan asa untuk menyeka
air matamu. Disaat senja nanti, ku akan menjadi kaki, tangan, mata dan
telingamu.. Bahkan bila kumampu kuberikan seluruhnya dan seutuhnya... Baktiku
kuutuskan untukmu. Saat engkau tak bisa berjalan. Maka kakiku akan menjadi
kakimu. Ketika tanganmu sudah tidak bisa bergerak. Maka tanganku yg akan mjdi
tanganmu. Saat matamu sudah tak jelas melihat. Maka mataku akan menjadi
penglihatanmu. Dan ketika telingamu sudah kurang mendengar. Maka telingaku yang
akan menjadi pendengaranmu.
Ibu...
Bapak... Baktiku padamu tak mencukupi apa yg telah engkau berikan pada hidupku...
Kau ajari aku lebih dari itu. Kau kasihiku, sayangiku lebih dari itu. Kau ajari
aku untuk hidup. Dan inilah kusebut cinta karena Allah. Tak pernah berharap balas
pujian ataupun tepuk tangan. Tapi dengan keikhlasan sosoknya menjadi begitu
sangat mulia ditempatkan dalam tahta. Bermahkotakan cinta padaNya. Teruntuk IBU
dan Bapak yg slalu dalam hati. Terimakash untuk semuanya. Aku ada untukmu
dariNya. Cintaku ialah cinta karenaNya. Memang tak sebanding dengan pengorbananmu.
Tapi izinkan aku menghapus segala kegundahanmu. Aku bisa diajak berbagi dalam
kedukaan dan kesenanganmu. Walau sering kali aku yang bercerita banyak tentang hidupku.
Jangan kau sembunyikan tangisan itu. Karena kutahu dari airmatamu. Biarkan
tanganku menyekanya..
Dan. Ku ingin engkau tersenyum bersamaku. Maafkan untuk setiap kecemasan dan kegelisahan yang tercipta di hatimu karena lakuku. Tapi sungguh harapku padaNya. Ialah yang terindah untuk hidupmu oh Ibu.. Bapak..
Ibu...
Bapak... Maafkanlah anakmu ini yg tak bisa slalu bersamamu.. Menemani indahnya
setiap hari harimu.. Karena obsesi dan destinasi.. Diri ini memilih untuk pergi
jauh dalam perantauan ke kota orang. Dengan bergelar Karyawan dan bergelut sebagai
pekerja PT, Diri ini hanya mampu mendengar suaramu. Diri ni hanya mampu mendengar
semua nasehat dan do'a ikhlasmu... Aku rindu belai tanganmu Ibu. . .Bapak. Aku
ingn membuatkan secangkir kopi untukmu oh Bapak. Aku ingn membuatkan secangkir
teh untukmu oh Ibu. Sungguh sudah tak tertahankan diri ini melepaskan kerinduan
untk menjabat dan mencium tanganmu wahai Ibu Bapak...
Ibu.
Bapak. Setangkai do'a mengiringi cintaku padamu. Terlukis indah dengan tinta
ketulusam karenaNYA.. Kasih sayangmu tak berujung bagai lautan. Sinar matamu adalah
secercah cahaya kehidupan. Senyumanmu adalah harapan. Semua rasa yg ada dalam
drimu sungguh tak terukur dan tak tertimbang. Seringkali tak terlupakan ..di setiap
do'amu namaku terucap dari lisanmu. Rintihan meminta setiap kebhagiaan dgn airmata
membasahi kdua pipimu.
Teruntuk
Ibu dan Bapak. Anakmu ini sangat merindukanmu. Mungkin aku tak seberuntung
kalian yg bisa ditemani sosok ibu dan bapak mulai saat retina mata kalian
mampu mengenal sosok orang, tentu dia yg kalian kenal pertama ya dia si ibu
hingga kini.. :) tapi... aku pun lebih beruntung dari mereka yg sedari kecil
tak ada kesempatan melihat sosok ibunya, dari mereka yg di panti-panti asuhan, dan
tragisnya dari mereka yg dari bayi dibuang karena dianggap aib.
Jadi
apa posisiku? beruntung atau tidak beruntung? dan ketika ku temukan kalimat
"fabiayyi alla-i Rabbikumaa tukadziban..." malu rasanya aku padaNya,
dengan segala kenikmatanNya masih sempat untuk melupakan kesyukuran.
Orang
tua kita, itu yang terbaik untuk kita, meski beliau tak seperhatian bapaknya si
fulan, tak selembut ibunya si fulan, atau tak sesempurna orangtua si fulan, but
orangtua kita yg the best for us.
_afwan
ibu, jika putrimu merindu sosokmu yang tak aku jumpai saat aku pulang ke
rumah,..
_afwan bapak, kala aku begitu mengharap waktumu untuk mendengar keluhan kelelahanku...
_afwan jiddan Ibu.. Bapak,,, untuk tiap tetes air mataku karena aku rindu mencium keningmu dan memelukmu dengan membisikkan "aku sayang kalian"
ibuku,,, aku ingn menjaga kepercayaan mu padaku, aku akan belajar bertahan dalam kesendirian, do'akan aku bapak, do'akan putrimu agar bisa menjadi anak sholehah.. yang tetap istiqomah, semoga kita bisa berkumpul lagi di jannahNya
Ya Rabbi…
Tuntunlah
hamba meraih RidhaMU dalam harap kami meminta kebahagiaan untuk kedua orangtua
kami di dunia dan di jannahMU kelak. . .
Rabbighfirlii warhamhumaa kamarabbayanisaghiraa. . .
=>
Ya Allah ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orangtua hamba, sayangi dan
kasihanilah mereka sebagaimana mereka menyayangi dan mengasihaniku diwaktu
kecil
Ammiin ya rabbal'alamin. . . .
Ammiin ya rabbal'alamin. . . .
relung^_@nafiisah
