Saturday, January 24, 2015

Cerita Hati Anak Rantau

 

Tertakdirkan dalam catatan Illahi. Aku terlahir dalam keadaan lemah tak berdaya,  Menyatu dalam raga dan jiwa sang Ibu. Ibu lahirkan aku ke dunia,dengan perjuangan nyawa.. Ibu, bila engkau terluka karenaku. Ku memohon sujud ampun bersimpuh pada kakimu.


Kasih sayangmu tiada bertepi dan terbatasi kelembutanmu menghiasi jejak langkahku... Tiada peduli keluh dan kesahmu sendiri. Engkau katakan. . . "Nak, Ibu hnya ingn melihatmu bahagia.. " ^_^. Ingin rasanya aku membalas cinta kasihmu Ibu. Namun semua tiada bisa terukur dan terkumpul. Tutur katamu, kelembutanmu, keikhlasanmu, serta kesabaranmu adalah permata bagiku.. 

Melerai mimpi bahagiakan Ibu dlam warna warni indahnya pelangi dunia.. Ku ingin Ibu bahagia, tersenyum. Menyeka lara dan duka yang menyapa. Kehidupan ini berjalan seiringan dengan masa waktu yang bergulir dan bergilir.
Disuatu saat nanti.. ketika ada masanya aku tlah beranjak dewasa, aku ingin tetap ada bersamamu dan disisimu. Melihatmu tersenyum dengan smua kebahagiaanku... Bila aku boleh memaksa takdir. Tertuliskan engkau temaniku sepanjang waktu. Dalam setiap bagian hdupku. Sampai akhir hayat nanti 

Ibu... Bapak... Do'a restu disertai ridhamu ialah kunci syurga bagiku. Tanamkan pohon keimanan dalam ranting-ranting kehidupan. Menitipkan azam dan asa untuk menyeka air matamu. Disaat senja nanti, ku akan menjadi kaki, tangan, mata dan telingamu.. Bahkan bila kumampu kuberikan seluruhnya dan seutuhnya... Baktiku kuutuskan untukmu. Saat engkau tak bisa berjalan. Maka kakiku akan menjadi kakimu. Ketika tanganmu sudah tidak bisa bergerak. Maka tanganku yg akan mjdi tanganmu. Saat matamu sudah tak jelas melihat. Maka mataku akan menjadi penglihatanmu. Dan ketika telingamu sudah kurang mendengar. Maka telingaku yang akan menjadi pendengaranmu.

Ibu... Bapak... Baktiku padamu tak mencukupi apa yg telah engkau berikan pada hidupku... Kau ajari aku lebih dari itu. Kau kasihiku, sayangiku lebih dari itu. Kau ajari aku untuk hidup. Dan inilah kusebut cinta karena Allah. Tak pernah berharap balas pujian ataupun tepuk tangan. Tapi dengan keikhlasan sosoknya menjadi begitu sangat mulia ditempatkan dalam tahta. Bermahkotakan cinta padaNya. Teruntuk IBU dan Bapak yg slalu dalam hati. Terimakash untuk semuanya. Aku ada untukmu dariNya. Cintaku ialah cinta karenaNya. Memang tak sebanding dengan pengorbananmu. Tapi izinkan aku menghapus segala kegundahanmu. Aku bisa diajak berbagi dalam kedukaan dan kesenanganmu. Walau sering kali aku yang bercerita banyak tentang hidupku. Jangan kau sembunyikan tangisan itu. Karena kutahu dari airmatamu. Biarkan tanganku menyekanya..

Dan. Ku ingin engkau tersenyum bersamaku. Maafkan untuk setiap kecemasan dan kegelisahan yang tercipta di hatimu karena lakuku. Tapi sungguh harapku padaNya. Ialah yang terindah untuk hidupmu oh Ibu.. Bapak..

Ibu... Bapak... Maafkanlah anakmu ini yg tak bisa slalu bersamamu.. Menemani indahnya setiap hari harimu.. Karena obsesi dan destinasi.. Diri ini memilih untuk pergi jauh dalam perantauan ke kota orang. Dengan bergelar Karyawan dan bergelut sebagai pekerja PT, Diri ini hanya mampu mendengar suaramu. Diri ni hanya mampu mendengar semua nasehat dan do'a ikhlasmu... Aku rindu belai tanganmu Ibu. . .Bapak. Aku ingn membuatkan secangkir kopi untukmu oh Bapak. Aku ingn membuatkan secangkir teh untukmu oh Ibu. Sungguh sudah tak tertahankan diri ini melepaskan kerinduan untk menjabat dan mencium tanganmu wahai Ibu Bapak... 

Ibu. Bapak. Setangkai do'a mengiringi cintaku padamu. Terlukis indah dengan tinta ketulusam karenaNYA.. Kasih sayangmu tak berujung bagai lautan. Sinar matamu adalah secercah cahaya kehidupan. Senyumanmu adalah harapan. Semua rasa yg ada dalam drimu sungguh tak terukur dan tak tertimbang. Seringkali tak terlupakan ..di setiap do'amu namaku terucap dari lisanmu. Rintihan meminta setiap kebhagiaan dgn airmata membasahi kdua pipimu. 

Teruntuk Ibu dan Bapak. Anakmu ini sangat merindukanmu. Mungkin aku tak seberuntung kalian yg bisa ditemani sosok ibu dan bapak  mulai saat retina mata kalian mampu mengenal sosok orang, tentu dia yg kalian kenal pertama ya dia si ibu hingga kini.. :) tapi... aku pun lebih beruntung dari mereka yg sedari kecil tak ada kesempatan melihat sosok ibunya, dari mereka yg di panti-panti asuhan, dan tragisnya dari mereka yg dari bayi dibuang karena dianggap aib.

Jadi apa posisiku? beruntung atau tidak beruntung? dan ketika ku temukan kalimat "fabiayyi alla-i Rabbikumaa tukadziban..." malu rasanya aku padaNya, dengan segala kenikmatanNya masih sempat untuk melupakan kesyukuran. 

Orang tua kita, itu yang terbaik untuk kita, meski beliau tak seperhatian bapaknya si fulan, tak selembut ibunya si fulan, atau tak sesempurna orangtua si fulan, but orangtua kita yg the best for us

_afwan ibu, jika putrimu merindu sosokmu yang tak aku jumpai saat aku pulang ke rumah,.. 

_afwan bapak, kala aku begitu mengharap waktumu untuk mendengar keluhan kelelahanku... 

_afwan jiddan Ibu.. Bapak,,, untuk tiap tetes air mataku karena aku rindu mencium keningmu dan memelukmu dengan membisikkan "aku sayang kalian"

ibuku,,, aku ingn menjaga kepercayaan mu padaku, aku akan belajar bertahan dalam kesendirian, do'akan aku bapak, do'akan putrimu agar bisa menjadi anak sholehah.. yang tetap istiqomah, semoga kita bisa berkumpul lagi di jannahNya

Ya Rabbi…
Tuntunlah hamba meraih RidhaMU dalam harap kami meminta kebahagiaan untuk kedua orangtua kami di dunia dan di jannahMU kelak. . .

Rabbighfirlii warhamhumaa kamarabbayanisaghiraa. . .
=> Ya Allah ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orangtua hamba, sayangi dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka menyayangi dan mengasihaniku diwaktu kecil
Ammiin ya rabbal'alamin. . . .


relung^_@nafiisah
 

Anonymous

About Anonymous

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :