Majalah Turki, Cafcaf, membalas kearoganan majalah Charlie Hebdo yang
menampilkan gambar nabi Muhammad. Majalah Cafcaf menanggapi Hebdo
dengan menampilkan cover majalah yang bertuliskan “Non, rien n’est
pardonne” yang berarti “Tidak, tidak ada yang telah dimaafkan” dengan
gambar kartun orang Iraq, Afganistan, Mesir, Gaza, China, dan Syria yang
telah lama ditindas.
“Arogansi telah menjadi kebiasaan budaya Eropa, yang telah
menempatkan dirinya di atas orang lain. Tak diragukan lagi pada
gilirannya ini telah menimbulkan respon balik dari seluruh dunia,”
demikian pernyataan majalah Cafcaf.
Charlie Hebdo, dalam terbitan terbarunya menampilkan karikatur yang
menggambarkan Nabi Muhammad (saw) yang menangis dan memegang sebuah
tulisan “Je suis Charlie”, yang menggambarkan pesan solidaritas kepada
para korban. Di atas kartun tersebut ditambahi dengan kata-kata, “Tout
est pardonne” yang berarti “Semua dimaafkan”.
Cafcaf menjawab cover Charlie Hebdo itu dengan menunjukkan masih
banyaknya umat yang tertindas di Afghanistan, Gaza, Chechnya, Irak,
Suriah, Mesir, China, dan Palestina.
sumber : http://news.fimadani.com/read/2015/01/19/majalah-turki-ini-balas-kearoganan-charlie-hebdo/
