Jangan ditanya sejak
kapan mulai mengaguminya, karena yang ditanyapun tak tau jawabannya, yang jelas
rasa itu selalu ada bahkan semakin bertambah kadarnya..^_^V
Kita bisa
men’FIND’,confirm lalu mengenal teman dan sahabat menggunakan jemari-jemari
kita dengan jasa jejaring sosial media yang mendunia. Bahkan zaman sekarang
bukan lagi tulisan yang bisa menjadi perantara antara kita yang terpisah jarak
antar desa, kota, negara atau bahkan tetangga… tapi ‘video call’ membuat kita
bisa menatap, berbica lalu melihat senyum merekah
pada paras rupa sahabat kita. Yups, semua sangat mudah sekarang sahabat...
Namun, pertemuan
tetap yang paling mengesankan. Terkadang Dia mengatur pertemuan kita dengan
skenario terbaik milikNya. Dan dengan episode-episodeNya, ada yang tidak
sengaja dipertemukan karena hobi sama, karena terlibat dalam kegiatan yang sama
atau ketika tidak sengaja hadir dalam seminar sama, bisa juga saat sedang dalam
angkutan umum bahkan mungkin juga saat tanpa sengaja kita merasa ‘sreg’ dengan
orang dan mulai melakukan serangan ( bukan angkatan perang lho) untuk
‘pedekate’ biar bisa jadi sahabatnya. Dan saling menyapa dalam nyata itu
mempesona. Dimana kita bisa bercerita dengan ceria dan langsung melihat reaksi
dari lawan bicara kita bukan ruang kosong saat kita mendapati sebongkah
mesinlah patner kita. Membuat kita dengan bebas berjalan beriringan dengan
sahabat kita, merasakan lelah bersama dalam perjalanan bukan sekedar perjalanan
dengan tatapan layar bahkan sampai lupa arah tujuan alias nyasar (hehehe...).
Sebuah pertemuan
yang akhirnya membuahkan persaudaraan…
Pertemuan antara
kita yang tak pernah diduga.. pun bukan sebuah orderan… namun persaudaraan
setelah pertemuan inilah yang menjadi orderan padaMU ya Rabb
Karena sejatinya
persaudaraan adalah mu’jizat, wadah yang saling berikatan...dengannya Allah
persatukan hati-hati yang berserakkan..
Terlebih ketika
ramuan fii sabilillah membumbui persaudaraan ini..semua menjadi indah keranaNYA
Sepasang sepatu
kita, sesekali kita perlu mempertemukannya. Untuk kita menapaki sedikit
jalanan, untuk kita sedikit meluangkan masa menyapa dalam nyata, untuk kita
bisa bicara dengan saling memperlihatkan ekspresi muka,untuk kita bisa saling
memperlihatkan senyuman terbaik dan salam hangat untuk sahabat.
Teman dan sabahat
tidak pernah hilang, mungkin kita yang mengikat dan menjaganya kurang kencang.
Teman dan sahabat tidak pernah hanya datang saat senang saja lalu mengambil
langkah seribu saat kita bersimbah duka dan bukan untuk datang menyerbu untuk
membantu tapi untuk menjauh ( ^_^v hehehe sedikit kejam dan sadis), mungkin
hanya kita yang masih mencari sahabat yang MEMBERI bukan sahabat yang DIBERI
sehingga masih merasa ‘sempit’ menemukan sahabat yang bersaudara.
Juga.. teman dan
sahabat tidak pernah berkhianat, bisa jadi kita yang perlu bebenah diri lagi
dan perlu belajar untuk mema’afkan,..pertama dulu mema’afkan diri sendiri agar
dengan mudah juga mema’afkan kesalahan yang lain.
Persaudaraan tak
mengenal kesudahaan..
Cinta dalam
pacaran bisa tercipta mantan,,namun
tidak untuk persaudaraan..karena dulu… sekarang dan yang akan datang tak kan
pernah ada yang namanya mantan saudara.. ^_^V
^_^v .... ma’afkan atas kesalahan, semoga bisa
berjumpa dengan yang belum pernah sama sekali memepertemukan sepasang sepatu
kita, sahabat…
#untukmu_keluarga_kecilku
#alvara_nafiisah
stay khusnudzon wa laa tahzan ^__^V
