Monday, March 2, 2015

Tapak Tilas Sebuah Pertemuan

Jangan ditanya sejak kapan mulai mengaguminya, karena yang ditanyapun tak tau jawabannya, yang jelas rasa itu selalu ada bahkan semakin bertambah kadarnya..^_^V

Kita bisa men’FIND’,confirm lalu mengenal teman dan sahabat menggunakan jemari-jemari kita dengan jasa jejaring sosial media yang mendunia. Bahkan zaman sekarang bukan lagi tulisan yang bisa menjadi perantara antara kita yang terpisah jarak antar desa, kota, negara atau bahkan tetangga… tapi ‘video call’ membuat kita bisa menatap, berbica lalu melihat senyum merekah pada paras rupa sahabat kita. Yups, semua sangat mudah sekarang sahabat...

Namun, pertemuan tetap yang paling mengesankan. Terkadang Dia mengatur pertemuan kita dengan skenario terbaik milikNya. Dan dengan episode-episodeNya, ada yang tidak sengaja dipertemukan karena hobi sama, karena terlibat dalam kegiatan yang sama atau ketika tidak sengaja hadir dalam seminar sama, bisa juga saat sedang dalam angkutan umum bahkan mungkin juga saat tanpa sengaja kita merasa ‘sreg’ dengan orang dan mulai melakukan serangan ( bukan angkatan perang lho) untuk ‘pedekate’ biar bisa jadi sahabatnya. Dan saling menyapa dalam nyata itu mempesona. Dimana kita bisa bercerita dengan ceria dan langsung melihat reaksi dari lawan bicara kita bukan ruang kosong saat kita mendapati sebongkah mesinlah patner kita. Membuat kita dengan bebas berjalan beriringan dengan sahabat kita, merasakan lelah bersama dalam perjalanan bukan sekedar perjalanan dengan tatapan layar bahkan sampai lupa arah tujuan alias nyasar (hehehe...).
Sebuah pertemuan yang akhirnya membuahkan persaudaraan…
Pertemuan antara kita yang tak pernah diduga.. pun bukan sebuah orderan… namun persaudaraan setelah pertemuan inilah yang menjadi orderan padaMU ya Rabb
Karena sejatinya persaudaraan adalah mu’jizat, wadah yang saling berikatan...dengannya Allah persatukan hati-hati yang berserakkan..
Terlebih ketika ramuan fii sabilillah membumbui persaudaraan ini..semua menjadi indah keranaNYA

Sepasang sepatu kita, sesekali kita perlu mempertemukannya. Untuk kita menapaki sedikit jalanan, untuk kita sedikit meluangkan masa menyapa dalam nyata, untuk kita bisa bicara dengan saling memperlihatkan ekspresi muka,untuk kita bisa saling  memperlihatkan senyuman terbaik  dan salam hangat untuk sahabat.

Teman dan sabahat tidak pernah hilang, mungkin kita yang mengikat dan menjaganya kurang kencang. Teman dan sahabat tidak pernah hanya datang saat senang saja lalu mengambil langkah seribu saat kita bersimbah duka dan bukan untuk datang menyerbu untuk membantu tapi untuk menjauh ( ^_^v hehehe sedikit kejam dan sadis), mungkin hanya kita yang masih mencari sahabat yang MEMBERI bukan sahabat yang DIBERI sehingga masih merasa ‘sempit’ menemukan sahabat yang bersaudara.
Juga.. teman dan sahabat tidak pernah berkhianat, bisa jadi kita yang perlu bebenah diri lagi dan perlu belajar untuk mema’afkan,..pertama dulu mema’afkan diri sendiri agar dengan mudah juga mema’afkan kesalahan yang lain.

Persaudaraan tak mengenal kesudahaan..
Cinta dalam pacaran  bisa tercipta mantan,,namun tidak untuk persaudaraan..karena dulu… sekarang dan yang akan datang tak kan pernah ada yang namanya mantan saudara.. ^_^V


 ^_^v .... ma’afkan atas kesalahan, semoga bisa berjumpa dengan yang belum pernah sama sekali memepertemukan sepasang sepatu kita, sahabat…

#untukmu_keluarga_kecilku

#alvara_nafiisah stay khusnudzon wa laa tahzan ^__^V

Anonymous

About Anonymous

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :