OPEN HOUSE BADARIS BSI BEKASI.
Terancang dan tersusun. Sedemikian baik dan maximal. Segala harapan muncul, segala doa terangkat mengadah kelangit. Meminta agar satu acara ini akan menjadi sebuah legenda untuk kita buka nanti saat kaki telah berada di garis finish.
Waktu istirahat terganggu untuk merancang segalanya. Mempersiapkan dan terus menanyakan akan kedatangan keluarga yang kita nantikan.
"Ahlan Waa Sahlan Mahasiswa Baru yang telah memilih Badaris sebagai organisasi yang akan kalian geluti"
Satu persatu pesan rindu kami kirim, menanyakan tentang sebuah pertemuan yang telah kita rencanakan.
Semula semua berkata "iya". Namun Allah memiliki rencana lain dengan menghadirkan kata "tidak".
Satu, dua. Mereka datang dengan senyum yang begitu menghangatkan penantian. Pintu terus saja terbuka, menanti siapapun itu akan datang kembali. Membuka tangan untuk menyambut dan merangkul kedalam ukhuwah keikhlasan.
Hingga detik terus berlalu, namun yang kita tunggu tetap saja menjadi bayang semu. Namun, dari jauh ku lihat satu persatu datang dan memasuki ruangan. Duduk dan memenuhi ruang hangat sederhana yang Allah ciptakan untuk kami.
Perkenalkan, mereka adalah pasukan yang Allah kirim untuk memecahkan kesedihan. Untuk menghangatkan sebuah rasa kehilangan. Mereka adalah orang-orang sebelum kami yang sama-sama pernah berjuang dan mampu melewati setiap rintangan.
Tawa, cerita semua terurai pada hari itu. Saling memberi semangat dan motivasi untuk kembali bangkit menjadi yang terbaik atau lebih baik lagi.
Mereka menguatkan salah satu yang mulai melemah, menawarkan banyak bantuan untuk terus tetap tegak dijalan ini.
Ya, pada hari itu kami meyakini akan satu hal. Bahwa rencana Allah jauh lebih baik dari segala-galanya. Selalu ada hikmah yang tersembunyi, selalu ada hadiah istimewa yang akan diperlihatkan untuk mereka yang terus berjuang.
Semangat apapun itu kami ucapkan kedalam diri. Untuk tidak mundur walau hanya satu langkah. Untuk tak menjadikan alasan apapun masuk menumbuhkan rasa tak percaya diri.
Hingga pada akhirnya acara berakhir, satu persatu meninggalkan ruangan dan kembali kedalam kehidupan masing-masing.
Ruangan kembali kosong dan gelap, seakan sunyi kembali mengetuk. Namun dengarlah, kata-kata mereka tetap tertinggal dalam lintasan memori. Terngiang dan terus terdengar "SEMANGAT, KALIAN BISA".
Ayo bangkit, hidupkan apa yang mati. Segarkan apa yang layu. Siram semuanya dengan harapan-harapan baik. Rangkul kembali yang jauh. Pererat kembali yang dekat. Dan jangan khawatir, sesungguhnya Allah selalu bersama kita.
Acara pun telah berlalu, semoga hari itu akan menjadi evaluasi terbaik untuk kami. Dan kembali focus pada rencana-rencana selanjutnya.
Ada yang berkata "perjalanan kalian masih panjang". Maka, kita percayai ini sebagai waktu yang Allah beri untuk terus memberikan yang terbaik.
Untuk segalanya yang telah memenuhi ruangan pada hari ini.
"Jazakallah Khairan Katsiran, semoga hamparan sajadah ini akan menjadi saksi di akhirat kelak. Bahwa kita sama-sama pernah berjuang memikirkan dan memberikan upaya perubahan"
"Untuk waktu yang kalian sisihkan khusus kepada kami, semoga menjadi saksi kelak saat persidangan kehidupan dimulai"
Salam teruntuk semua yang kami cinta. Salam teruntuk semua yang kami rindu. Alhamdulillah, kata yang kami ucapkan untuk hari itu.
Sunday, October 11, 2015
About Anonymous
Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.
